Bisnis  

Wahai Orang Kaya… IHSG Turun, Parkir Duit di Sini Aja

wartabeta.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,98% pada Selasa (10/1/2023). Ada 382 saham yang mengalami pelemahan termasuk saham-saham bank kakap. Di saat yang sama, imbal hasil acuan surat berharga negara (SBN) juga mengalami penurunan.

Apabila kita memiliki kas dan tabungan berlimpah, di mana uang kita seharusnya ditempatkan?

Kondisi pasar yang buruk bukan menjadi tanda bagi kita untuk stop berinvestasi dan memegang kas dalam jumlah besar.

Membiarkan uang menganggur di tabungan justru bisa menimbulkan risiko inflasi. Karena kenaikan harga barang dan jasa akan menggerus nilai uang kita.

Lantas dimana sebaiknya kita menempatkan tabungan menganggur kita sementara waktu? Berikut adalah deretan instrumen investasi yang sedang mencatatkan kinerja positif.

Menurut data Infovesta, pergerakan Indeks Reksa Dana Pasar Uang mencatatkan kinerja positif dalam satu hari di 0,15%.

Reksa dana pasar uang (RDPU) adalah reksa dana yang 100% portofolionya diisi oleh instrumen pasar uang. Sebut saja seperti deposito atau surat utang negara maupun korporasi dalam jangka pendek, atau kurang dari setahun.

RDPU tentu menjadi tempat yang pas untuk menyimpan dana darurat atau dana taktis yang bakal Anda gunakan untuk berinvestasi ke instrumen lain depannya.

Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Infovesta juga menunjukkan adanya kinerja positif dengan besaran yang sama dengan Indeks RDPU secara harian.

Patut diketahui, penurunan imbal hasil SBN acuan di pasar menunjukkan bahwa adanya kenaikan harga SBN. Dan hal itu tentu membuat kinerja sebagian besar reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi positif.

Berbeda dengan RDPU, sebagian besar aset yang ada di RDPT adalah surat utang jangka panjang. Berdasarkan jenisnya, RDPT dibagi menjadi dua, ada yang sebagian besar portofolionya didominasi SBN ada pula yang didominasi surat utang korporasi.

Lain halnya dengan RDPU, RDPT memang bisa digunakan untuk jangka pendek namun tidak jarang orang memanfaatkannya untuk jangka panjang.

Pergerakan sebagian besar reksa dana campuran secara harian juga terlihat positif. Adapun performa indeks Reksa Dana Campuran Infovesta per 10/1/2023 adalah 0,07%.

Portofolio reksa dana campuran terdiri dari tiga kelas aset yang berbeda yaitu pasar uang, pendapatan tetap, dan saham.

Wajar saja, di saat ada kenaikan harga di SBN dan beberapa aset lain, maka kinerja reksa dana campuran (RDC) juga akan terkerek.

Meski IHSG melemah, bukan berarti hal itu menjadi kabar buruk bagi reksa dana saham (RDS). Menurut data Infovesta, Indeks RDS justru mengalami penguatan 0,15%.

Pada intinya, RDS memang dirancang sedemikian rupa oleh manajer investasi agar imbal hasilnya bisa mengalahkan pasar.

Lain halnya dengan reksa dana indeks saham yang sengaja didesain agar kinerjanya bisa menyamai indeks. Kinerja reksa dana indeks saham bisa saja buruk lantaran isi dari portofolio reksa dana itu didominasi oleh saham-saham di indeks tertentu.

Harga logam mulia yang satu ini kembali bersinar dan mencatatkan nilai tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Tepat pada hari ini, Emas Antam jenis standar dijual Rp 1,06 juta per gram alias naik Rp 1.000 dari harga satu hari yang lalu.

Seperti diketahui, emas menjadi salah satu instrumen yang harganya naik ketika ada ketidakpastian ekonomi.

Logam mulia ini juga kerap menjadi salah satu instrumen investasi yang menguntungkan untuk jangka panjang.

error: Content is protected !!