Terjerat Skandal Dokumen Rahasia AS, Joe Biden Buka Suara

wartabeta.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden buka suara terkait temuan dokumen rahasia negara di salah satu lembaga pemikirnya. Hal ini disampaikannya pada konferensi pers bersama dengan para pemimpin Meksiko dan Kanada, Selasa (10/1/2023).

Dalam pernyataannya, ia mengaku terkejut dengan penemuan itu. Walau begitu, pihaknya berkomitmen akan mendukung pihak aparat berwenang dalam menyelidikinya.

“Kami bekerja sama sepenuhnya dengan peninjauan, yang saya harap akan segera selesai,” kata Biden dikutip Reuters.

“Mereka menemukan beberapa dokumen dalam sebuah kotak di dalam lemari yang terkunci, atau setidaknya sebuah lemari. Dan begitu mereka melakukannya, mereka menyadari ada beberapa dokumen rahasia di dalam kotak itu. Dan mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Mereka segera menelpon pihak Arsip.”

“Saya diberi pengarahan tentang penemuan ini dan terkejut saat mengetahui ada catatan pemerintah yang dibawa ke sana ke kantor itu, tapi saya tidak tahu apa isi dokumen itu,” tambahnya.

Penemuan ini sendiri berawal saat pengacara Biden menemukan kurang dari selusin catatan rahasia di dalam kantor think-tank dan memberi tahu Arsip Nasional AS tentang penemuan mereka. Pihak Biden lantas menyerahkan materi, dan mengatakan mereka bekerja sama dengan Arsip dan Departemen Kehakiman.

Biden secara berkala menggunakan ruang kantor think-tank dari pertengahan 2017, setelah masa jabatannya sebagai wakil presiden untuk Presiden Demokrat Barack Obama berakhir, hingga dimulainya kampanye presiden 2020.

Sementara itu, penemuan itu sendiri terjadi sesaat sebelum anggota DPR dari Partai Republik memberikan suara untuk meluncurkan penyelidikan kepada Biden atas tuduhan menggunakan alat-alat negara seperti FBI dan Departemen Kehakiman untuk menggeledah rumah rival politiknya, Donald Trump.

Perwakilan Komite Tetap Intelijen DPR dari Partai Republik Mike Turner telah mengirim surat yang meminta Direktur Intelijen Nasional AS Avril Haines untuk ‘meninjau segera dan menganalisis kerusakan’ kasus dokumen Biden.

Perwakilan Republik lainnya, Elise Stefanik, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dokumen tersebut menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan nasional.

“Penemuan informasi rahasia ini akan membuat Presiden Biden berpotensi melanggar undang-undang yang melindungi keamanan nasional, termasuk Undang-Undang Spionase dan Undang-Undang Catatan Kepresidenan,” kata Turner dalam sebuah pernyataan.

error: Content is protected !!