Selanjutnya Lawan Tim Berat, 3 Strategi Graham Potter Agar Chelsea Raih Hasil Positif

Wartabeta.com – Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh Graham Potter agar Chelsea bisa meraih hasil positif pada laga selanjutnya melawan tim berat. 

Catatan gemilang Graham Potter yang berhasil membawa Chelsea tak terkalahkan dalam 9 pertandingan terakhir berhasil dipatahkan oleh Brighton. 

Mantan klub asuhan Graham Potter itu berhasil menumbangkan Chelsea dengan skor 4-1 pada pekan ke-14 Premier League yang berlangsung pada Satu 29 Oktober 2022 lalu. 

Kalahnya Chelsea itu menjadi sorotan publik sepakbola dunia yang jadi bekal buruk bagi tim asal London itu sebelum melawan tim besar selanjutnya. 

Chelsea akan melawan tiga tim berat yaitu Arsenal dan Newcastle United di Premier League serta Man City di Carabao Cup. 

Ketiga klub itu sedang dalam perfroma yang luar biasa sehingga patut Graham Potter persiapkan dengan baik. 

Terlebih lagi Chelsea sedang dalam masa sulit seusai beberapa pemain andalannya mengalami cedera. 

Agar Chelsea bisa bangkit dari kekalahan kemarin, ada beberapa strategi yang bisa diterpkan Potter untuk bisa menang pada laga selanjutnya. 

3 Strategi yang bisa dilakukan Potter agar bisa menang melawan tim kuat di laga selanjutnya

1. Mengubah formasi

Strategi yang bisa dilakukan Potter agar bisa menang di laga selanjutnya adalah dengan mengubah formasi. 

Sebelumnya Potter  banyak mengandalkan menggunakan formasi tiga bek daripada menggunakan formasi baru. 

Dari 10 laga bersama Chelsea, Potter menggunakan tiga bek dalam 7 pertandingan. 

Namun ia melakukan banyak percobaan mulai dari 3-4-2-1, 3-4-1-2 dan 3-5-2 namun mengalami hasil buruk dengan catatan dua imbang dan satu kekalahan. 

Formasi tiga bek Chelsea tampaknya mudah terbaca oleh musuh apalagi telah mereka gunakan dalam dua tahun terakhir. 

Maka dari itu Potter bisa kembali menggunakan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3. 

2. Kembalikan pemain ke posisi semula

Pada laga melawan Brighton, Potter malkukan eksperimen dengan memainkan beberapa pemain di luar dari posisi aslinya. 

Saat itu, Potter menempatkan Christian Pulisic sebagai wing bek kanan dan Raheem Sterling sebagai wing bek kini. 

Alih-alih sukses justru Chelsea dibombardir habis oleh Bighton melalui serangan balik mematikan dari kedua sisi tersebut. 

Potter bisa mengunakan formasi 4-2-3-1 yang membuat para pemain bisa bermain dengan posisi aslinya dimana terdapat striker tunggal yang mendapatkan support dari sayap kanan kiri dan gelandang serang. 

3. Temukan The Winning Team

Sejak Graham Potter menduduki kursi kepelatihan Chelsea, ia belum menemukan The Winning Team dalam skuad The Blues. 

Pelatih asal Inggris itu tampak banyak melakukan rotasi permainan dan pemain namun belum memenuhi ekepetasi. 

Bahkan rotasi yang dilakukan Potter tampak tak penting seperti memasukan Ruben Loftus-Cheek yang berperan sebagai Jorginho. 

Alhasil keputusan yang dilakukan Potter tersebut berdampak fatal pada kurang solidnya permainan dari Chelsea. 

Ruben Loftus-Cheek bermain dengan mengecewakan dan jadi bahan cemoohan para fans Chelsea. 

Selain itu di lini serang, Potter harus sering memainkan Pierre-Emerick Aubameyang yang sebelumnya bermain cukup solid dengan mendapatkan support dari Mason Mount dan Raheem Sterling. 

Di lini pertahanan Potter harus melakukan perombakan dengan menempatkan Marc Cucurella sebagai bek kiri atau wing back kiri daripada menjadi center bek di formasi tiga bek. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *