Resesi Datang, Apa Kabar Kredit Macet di Indonesia?

wartabeta.com – Bank Indonesia (BI) menegaskan rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) tetap rendah, di tengah naiknya risiko resesi global.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan level NPL saat ini tercatat sebesar 2,28% secara bruto dan 7,9% secara neto.

Hal ini disebabkan adanya klasifikasi kredit bermasalah yang mengikuti aturan OJK. Seperti diketahui, OJK melakukan program restrukturisasi kredit.

“Karena itu tentu saja, ini dengan program ini kredit bermasalahnya klasifikasinya lebih rendah,” ujar Perry dalam paparan Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (20/10/2022).

Menurut Perry, restrukturisasi dan NPL ini telah dan akan terus dikoordinasikan bersama di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Kedua, Perry melihat perbankan telah memupuk cadangan terhadap risiko kredit.

“Dengan cadangan ini JKPN, tentu saja rasio kredit bermasalah atau NPL secara netonya rendah,” ujar Perry.

Ketiga adalah capital adequacy ratio sebesar 25,12%. Dalam posisi ini, daya tahan permodalan perbankan sangat tinggi, termasuk untuk menghadapi risiko kredit bermasalah.

“Kami di KSSK melihat ketahanan stabilitas sistem keuangan sangat kuat,” tegas Perry.

Selain itu, dia melihat ketahanan perbankan dari risiko valas juga kuat.

Dengan demikian, simulasi BI dan KSSK meyakini ketahanan perbankan Tanah Air masih terjaga.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://wartabeta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://wartabeta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *