MediaTek Dimensity 9000 vs Snapdragon 8 Gen 1

wartabeta.com – NESABAMEDIA.COM – MediaTek Dimensity 9000 akhirnya menjalani debutnya di Oppo Find X5 pekan lalu. Sebelumnya banyak benchmark dari chipset flagship tersebut yang berjalan pada perangkat prototipe, namun Dimensity 9000 yang ada di Oppo Find X Pro, kini telah memberikan benchmark yang paling realistis. Hasilnya? Itu sangat solid.

Jika merujuk pada data sebelumnya, Snapdragon 8 Gen 1 dengan inti A710 mendapatkan skor 32,83 poin. Sedangkan prototipe Dimensity 9000 mendapatkan skor 38,27 poin, sementara pada OPPO Find X5 mendapatkan skor 40,73 poin.

Dalam hal konsumsi daya, Snapdragon 8 Gen 1 mengkonsumsi sebanyak 2,06W dalam pengujian, mesin prototipe mengkonsumsi 1,72W dan Oppo Find X 5 menghabiskan paling banyak daya dengan 2,24W.

Tampaknya, penerapan chipset di Oppo Find X5 Pro menawarkan kinerja yang lebih baik ketimbang di mesin prototipe, dengan mengorbankan lebih banyak konsumsi daya. Namun hal tersebut sesuai dengan perkiraan dan tidak begitu mengejutkan.

Yang menarik justru pada mesin prototipe yang ternyata lebih efisien ketimbang Snapdragon 8 Gen 1, walaupun itu hanya lebih baik 20%, tidak lebih dari 40% seperti yang diindikasikan oleh benchmark sebelumnya.

Ini adalah situasi yang sama ketika membandingkan chipset super core Cortex X2. Oppo Find X5 Pro menawarkan sekitar 7% lebih baik kinerja dibandingkan dengan Snapdragon 8 Gen 1, dan di saat yang sama mengonsumsi 10% lebih sedikit daya. Kedua angka itu diterjemahkan sebagai efisiensi yang lebih baik sekitar 20%.

Jadi bisa dibilang bahwa MediaTek Dimensity 9000 itu memiliki kinerja lebih baik dan lebih efisien dibandingkan dengan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 1, dalam hal CPU setidaknya.

Sementara perbandingan tingkat efisiensi itu tidak terlalu jauh dengan benchmark yang ditampilkan oleh mesin prototipe, node TSMC 4nm masih mampu menunjukkan kelebihannya, karena lebih baik dibandingkan alternatif Samsung yang digunakan pada chipset Snapdragon 8 Gen 1.

Di atas adalah hasil berdasarkan tolak ukur di masing-masing perangkat penyerta, sehingga bisa disimpulkan semua juga tergantung pada spesifikasi pendukung dari perangkat smartphone yang digunakan.

    Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense.

    Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website.