Inggris Larang Penggunaan Peralatan Makan Plastik Sekali Pakai

wartabeta.com – Pemerintah Inggris mengeluarkan larangan penggunaan peralatan makan sekali pakai termasuk sendok, garpu, dan piring berbahan polistiren maupun plastik .

Kebijakan ramah lingkungan ini mengikuti langkah serupa yang sebelumnya telah diambil oleh pemerintah Skotlandia dan Wales.

Menteri Lingkungan Inggris, Thérèse Coffey mengatakan langkah itu sebagai upaya melindungi lingkungan untuk generasi mendatang meskipun belum jelas kapan kebijakan ini akan secara efektif diterapkan.

Data pemerintah menunjukkan sebanyak 1,1 miliar piring sekali pakai dan lebih dari empat miliar potong sendok garpu plastik digunakan di Inggris setiap tahun.

Sampah plastik seringkali tidak terurai dan dapat bertahan di TPA selama bertahun-tahun.

Peralatan tersebut memang berguna untuk memastikan kebersihan makanan namun pada akhirnya menjadi sampah yang kemudian mencemari tanah dan air.

Setiap orang di Inggris menggunakan rata-rata 18 piring plastik sekali pakai dan 37 item peralatan makan plastik setiap tahun, menurut Departemen Lingkungan, Pangan dan Urusan Pedesaan (Defra) Inggris.

Sementara hanya 10 persen dari jumlah tersebut yang didaur ulang sehingga menyisakan banyak sampah tak terurai.

Coffey berpesan agar publik mengurangi penggunaan plastik sekali pakai terutama makanan maupun minuman take away.

“Saya bertekad untuk mendorong tindakan maju untuk mengatasi masalah ini secara langsung. Kami telah mengambil langkah besar dalam beberapa tahun terakhir – tetapi kami tahu masih banyak yang harus dilakukan, dan kami kembali mendengarkan seruan publik,” katanya, dikutip dari BBC.

“Larangan baru ini akan berdampak besar untuk menghentikan polusi miliaran keping plastik dan membantu melindungi lingkungan alam untuk generasi mendatang.”

Pada tahun 2020 lalu, Inggris juga telah melarang penggunaan sedotan plastik sekali pakai, pengaduk, dan cotton bud bertangkai plastik.

Megan Randles, juru kampanye politik Greenpeace UK, mengatakan langkah tersebut sangat baik tetapi tindakan lebih lanjut diperlukan.

“Kita berurusan dengan banjir plastik, dan ini seperti meraih kain pel alih-alih mematikan keran,” ujarnya.

Menurutnya, perlu strategi yang lebih bermakna dari pemerintah tentang cara mengurangi penggunaan plastik, yang juga akan mencakup target yang ketat dan skema penggunaan ulang dan isi ulang yang tepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

error: Content is protected !!