4 Hal Yang Membuat Piala Dunia 2022 Qatar Kurang Meriah : Kompetisi Yang Bentrok!

Wartabeta.com – Berikut ini 4 hal yang membuat Piala Dunia 2022 Qatar kurang meriah. 

Kurang dari sepakan lagi Piala Dunia 2022 Qatar akan berlangsung dengan menghadirkan pertandingan dari para negara terbaik di berbagai penjuru dunia. 

Kompetisi empat tahunan itu mulai berlangsung pada 20 November hingga 18 Desember 2022 yang menjadi Piala Dunia kedua kalinya di Asia.

Sebagai tuan rumah, Qatar sudah membangun 8 stadion dengan berbagai keunikannya masing-masing di Piala Dunia 2022.  

Ajang Piala Dunia sendiri menjadi yang dinanti-nantikan oleh para pecinta sepakbola seluruh dunia. 

Bahkan ratusan ribu orang rela berdatangan ke tuan rumah Piala Dunia untuk menyaksikan tim kesayangannya  bermain secara langsung.

Kendati demikian, ada beberapa alasan yang membuat Piala Dunia 2022 ini bakal tak semeriah sebelumnya, mengapa demikian?

3 Hal Yang Membuat Piala Dunia 2022 Kurang Meriah

1. Kompetisi yang bentrok

Alasan Piala Dunia 2022 bakal sepi yang pertama adalah karena kompetisi yang bentrok. 

Piala Dunia 2022 ini berlangsuang di tengah kompetisi klub telah berlangsung. 

Hal ini membuat Piala Dunia kurang menarik lantaran tak ada jeda antara pertandingan di level klub dengan internasional.

8 hari jelang Piala Dunia para pemain masih membela klub sesayangannya. 

Selain itu, banyak pertandingan seru yang terjadi sebelum Piala Dunia 2022 bergulir. 

Hal ini membuat para pecinta sepakbola dunia masih fokus mendukung para klub yang mereka dukung. 

Namun tuan rumah memiliki alasan sendiri mengapa melangsungkan pertanndingan di musim dingin. 

Hal ini lantaran faktor cuaca yang ekstrim jika Piala Dunia berlangsung di musim panas. 

2. Langsung hadapi bursa transfer

Selain berlangsung saat di tengah kompetisi sedang bergulir, faktor yang membuat Piala Dunia 2022 Qatar sepi juga lantaran seusainya akan dibuka jendela bursa transfer musim dingin. 

Adapun bursa transfer musim dingin mulai dibuka pada Januari 2023 atau tak lama setelah Piala Dunia 2022. 

Hal ini membuat rumor kepindahan para pemain akan meredupkan ramainya juara Piala Dunia 2022. 

Terlebih lagi pada bursa transfer musim dingin nanti berpotensi akan ada transaksi besar yakni kepindahan Cristiano Ronaldo dari MU. 

Selain itu, hal ini berimbas pada terbaginya fokus para pemain antara melangsungkan Piala Dunia atau memperbarui kontrak bersama klub. 

3. Perkembangan zaman

Puncak dari kemeriahan Piala Dunia terjadi pada edisi 2010 yang saat itu berlangsung di Afrika Selatan. 

Kompetisi Piala Dunia saat itu berhasil menyita perhatian publik dari seluruh dunia yang membuat Piala Dunia jadi yang paling spesial. 

Selain itu, Piala Dunia 2010 ini dimeriahkan oleh soundtrack yang begitu memorable. 

Soundtrack tersebut adalah lagu yang dibawakan oleh Shakira, mantan istri Gareth Pique. 

Saat itu Piala Dunia berlangsung saat belum adanya teknologi digitalisasi. 

Alhasil para masyarakat yang hendak menonton berlangsungnya Piala Dunia bisa menyaksikannya melalui layar televisi. 

Hal ini berbeda dengan Piala Dunia 2022 dimana siaran di televisi mulai terpangkas digantikan oleh layanan streaming digital. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *