3 Penyebab Arsenal Mulai Alami Penurunan, Mikel Arteta Miskin Taktik?

Wartabeta.com – Ada tiga penyebab Arsenal mulai alami penurunan perfroma dalam beberapa pertandingan terakhir yang mana termasuk sosok Mikel Arteta yang miskin taktik. 

Pada laga terakhir, Arsenal secara mengejutkan kalah dari PSV Eindhoven pada lanjutan Liga Europa 2022/2023 yang berlangsung pada Kamis 27 Oktober 2022. 

Dalam pertandingan tersebut pasukan Mikel Arteta tunduk dengan skor 2-0 melalui gol yang tercipta oleh Luuk de Jong dan Joey Veerman. 

Kekalahan itu melanjutkan hasil mengecewakan Arsenal di Liga Inggris pekan lalu yang ditahan imbang oleh Southampton 1-1. 

Selain itu, dalam beberapa pertaningan sebelumnya Arsenal tampak kewalahan meskipun tetap berhasil meraih kemenangan. 

Hal tersebut berbeda pada awal musim 2022/2023 yang mana Arsenal tampak jadi tim yang paling kuat di Liga Inggris. 

Lalu apa penyabab penurunan perfroma Arsenal dalam beberapa pertandingan terakhir? berikut rangkumannya. 

3 Penyebab Penurunan Perfroma Arsenal

1. Mikel Arteta miskin taktik

Penyebab penurunan perfroma Arsenal yang pertama adalah karena miskin taktiknya Mikel Arteta. 

Pelatih selaligus legenda Arsenal itu memiliki skema permainan yang menyerang dan tampil dominan. 

Kendati demikian, meskipun bermain mendominasi laga dan tampil menyerang namun Gabriel Jesus dkk lemah dalam memombardir pertahanan lawan menggunakan gaya Low Blok. 

Pada laga melawan PSV, Arsenal tampak bermain dengan mendominasi permainan, operan dan semua statistik namun mereka buruk dalam kemampuan membongkar permainan tim asal Belanda itu. 

Hal tersebut terjadi juga saat Arsenal menjamu Southampton yang berakhir dengan imbang 1-1. 

Maka dari itu, Mikel Arteta masih belum memiliki banyak taktik termasuk untuk melawan tim yang menerapkan low block dan mengandalkan fast break. 

2. Kedalaman skuad 

Saat ini Arsenal dalam masa transisi yang membuat mereka harus melakukan beberapa kali bongkar pasangan di kedalam skuadnya. 

Hal ini menyebabkan skuad Arsenal memiliki banyak kekurangan di berbagai sektor vital dalam formasinya. 

Selain itu, terdapat ketimbangan dari kualitas pemain utama The Gunners dengan pemain rotasi. 

Dengan permasalahan ini, Mikel Arteta masih belum bisa bertindak lebih jauh dalam melakukan eksplorasi terhadap permainan The Gunners. 

Selain itu, kuatnya skema permainan Arsenal juga tidak akan bertahan lama dan mudah terbaca oleh tim lawan. 

3. Pemain kelelahan

Faktor terakhir tak hanya dialami oleh Arsenal saja namun hampir semua klub di Eropa yang mana para pemain kelelahan karena jadwal yang padat. 

Pemadatan pertandingan ini karena sesaat lagi Piala Dunia 2022 Qatar akan segera berlangsung di bulan November hingga Desember. 

Pada bukan Oktober ini, The Gunners sudah melakoni 9 pertandingan dan laga ke-10 akan berlangsung di akhir pekan ini. 

Padatnya jadwal main ini membaut para pamain Arsenal kelelahan bahkan beberapa harus menepi karena cedera. 

Terlebih lagi Arsenal mendapat tekanan untuk bermain konsisten demi bisa menjuarai Premier League musim 2022/2023. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *