3 Hal Yang Membuat Chelsea Dalam Era Graham Potter Mengalami Perfroma Buruk

Wartabeta.com – Berikut ini 3 hal yang membuat Chelsea dalam era Graham Potter kesulitan sehingga kesulitan bersaing di papan atas klasemen Premier League. 

Perfroma Chelsea sedang mendapatkan sorotan usai dua kekalahan bertuntun di Premier League. 

Terakhir, Chelsea harus takluk di kandang sendiri saat menjamu rival satu kota, Arsenal pada akhir pekan lalu. 

Derby London itu berhasil dimenangkan oleh Arsenal dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Gabriel Magalhaes. 

Sedangkan sebelumnya Chelsea juga takluk dari Brighton dengan skor 4-1.

Catatan dua kekalahan beruntun ini menjadi tinta hitam untuk Chelsea dan Potter.  

Lantaran pada era Tuchel, Chelsea tak pernah menelan kekalahan dua kali berturut-turut di ajang Liga Inggris. 

Meskipun sebelumnya sempat mendapatkan pujian atas konsistennya perfroma Chelsea namun kekalahan dari Arsenal ini penjadi pukulan telak bagi The Blues. 

Namun ada tiga hal yang menyebabkan Chelsea dalam era Graham Potter mengalami kesulitan, apa saja itu?

Tak ada sosok kreator

Chelsea dalam masa darurat kreativitas usai hengkangnya Eden Hazard ke Real Madrid pada tahun 2019 lalu. 

Hengkannya pemain asal Belgia itu membuat Chelsea kesulitan dalam membangun serangan kreatif untuk mencetak gol. 

Tercatat dala statistik, sejak musim 2019/2020, Chelsea hanya mencatatkan 227 peluang emas dari 127 pertandingan atau hanya 1,7 saja dalam satu pertandingan. 

Berbeda dengan saat Eden Hazard masih bersergam The Blues dimana dalam 38 pertandingan musim 2018/2019, Chelsea berhasil mencatatkan 81 peluang emas atau rata-rata 2,13 kali dalam satu laga. 

Seusai hengkannya Eden Hazard, Chelsea mengelontorkan dana lebih dari 300 juta euro untuk mendatangkan pemain baru namun tak ada yang menyamai kualitas Eden Hazard. 

Tak ada sosok kreator ini membuat Chelsea kesulitan memanfaatkan striker berkualitas yang perfromanya kemudian kurang tajam. 

2. Kebijakan transfer yang buruk

Dalam beberapa musim kebelakang, Chelsea menjalani kebijakan transfer yang terbilang buruk. 

Bahkan terakhir kali Chelsea sukses dalam bursa transfer adalah era Maurizio Sarri di musim 2018/2019. 

Saat itu Chelsea mendatangkan tiga pemain yang kini jadi pilihan utama yakni Jorginho, Kepa Arrizabalaga dan Mateo Kovacic. 

Setelah itu, Chelsea tampak gagal dalam melakukan tranfer pemain terutama pada era  Frank Lampard. 

Saat itu ada tujuh pemain baru Chelsea namun hanya ada tiga yang terpakai hingga kini yakni Thiago Silva, Kai Havertz dan Eduard Mendy. 

Pada era Tuchel pun Chelsea mendatatakan rekor pembelian terburuk yakni Romelu Lukaku dari Inter Milan dengan banderol 115 juta euro namun gagal memenuhi ekspetasi. 

3. Kualitas kedalaman skuad

Kualitas kedalam skuad The Blues juga masih menjadi permasalahan besar dalam bapuknya perfroma Chelsea. 

Kedalaman skuad Chelsea tampak tak berimbang dimana pemain utama dan rotasi tak memiliki kualitas yang setara. 

Hal ini membuat Chelsea terseok-seok saat beberapa pemain inti mengalami cedera. 

Contohnya di lini pertahanan ada Wesley Fofana dan Reece James yang mengalami cedera namun tak bisa dicover oleh Azpilicueta dan Trevoh Chalobah. 

Sedangkan di lini tengah ada sosok Kante yang absen namun Loftus-Cheek yang jadi penggantinya bermain dengand mengecewakan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *